Showing posts with label wirausaha. Show all posts
Showing posts with label wirausaha. Show all posts

Friday, February 18, 2022

BELAJAR ORGANISASI: Ada Apa Dengan IWAPI




Alhamdulillah, usai sudah expo UMKM Naik Kelas yang digelar DPC IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Kota Medan untuk memperingati Hari Ulang Tahun IWAPI ke 47. Berbagai acara yang digelar meninggalkan kesan bagi pendukung acara maupun pengunjung. Expo yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 10 hingga 14 Februari 2022 berlokasi di atrium mall Cambridge City Square, Medan. Banyak fakta dan cerita yang menarik untuk diulik dari perhelatan yang digelar IWAPI DPC Kota Medan kali ini. Ini dia 5 fakta unik event yang digelar IWAPI DPC Kota Medan yang bertema “Woman Supporting Woman”.


1. 80% Pendukung acara adalah perempuan

Kalau mau simpel dan nyaman, bisa saja expo ini diserahkan kepada Event Organizer (EO) sehingga anggota IWAPI DPC Kota Medan tidak perlu repot mengarahkan jalannya acara berbagai macam acara. Yang membuat expo kali ini beda adalah, seluruh rangkaian acara disusun dan dilaksanakan oleh perempuan. Namun, untuk keperluan pembangunan stand bazar, suara dan multimedia diserahkan kepada pihak lain. Pendukung acara dimaksud merupakan seluruh pengurus dan anggota DPC IWAPI Kota Medan serta pengurus dan binaan DP Ranting IWAPI. 


2. 80% peserta expo adalah UMKM milik perempuan

Yup, karena 20%  stand adalah haknya sponsor selaku penyandang dana. Sementara 80% stand bazaar diisi oleh UMKM yang merupakan anggota IWAPI DPC Kota Medan. Dengan persiapan expo yang kurang dari 2 (dua) bulan, suksesnya expo kali ini merupakan suatu pencapaian yang patut dibanggakan.

 

3. Seluruh pembayaran di stand bazar dilakukan secara digital

Dengan dukungan dari PT. Bank Sumut setiap stand diberikan QRIS. Kalau biasanya pemrosesan QRIS butuh waktu sampai dengan 14 hari, khusus untuk stand yang mengikuti expo kali ini hanya membutuhkan waktu 3 hari saja. Dan, QRIS yang didapatkan peserta bazar dapat digunakan untuk seterusnya.

Penulis didepan stand Dapoer Bang Lobe

4. 60% Pemateri skill up adalah perempuan

Selain pameran UMKM, gelaran kali ini juga diisi dengan kelas skill up dengan beragam tema. Mulai dari kelas kepribadian, fotografi, bisnis, memasak, hingga materi yang membahas tentang menjaga kesehatan di situasi pandemi saat ini. 


 5. 100% dukungan suami dan keluarga

Ini dia point paling penting dari event besar yang digelar IWAPI DPC IWAPI Kota Medan diawal tahun 2022 ini. Tanpa dukungan suami dan keluarga, mustahil para perempuan hebat di IWAPI DPC Kota Medan mampu melaksanakan perannya sebagai istri, ibu, serta pengusaha.

 

Dari ulasan diatas, IWAPI sebagai salah satu organisasi pengusaha perempuan tertua di Indonesia benar-benar konsisten mewujudkan slogannya “Menuju Wanita Berdaya 2026”

Selamat Ulang Tahun IWAPI ke 47πŸ’–

 

Saturday, September 4, 2021

BELAJAR USAHA: Dari Hobi Jadi Pundi

Baru-baru ini suami sedang sibuk melengkapi perkakas kelaki-lakiannya alias boys toys, mulai dari mesin bor, mesin las, sampai kompressor. Sebagai istri cuma bisa melihat dan manggut-manggut kalau diajak ngobrol tentang hobi otomotifnya. Akhirnya beliau suami memutuskan untuk menjadikan hobinya menjadi duit alias open to public. Si Dia mulai nanya-nanya gimana cara buat akun di IG agar bisa mencapai target pasar, dan terciptalah akun Garasi Lobe.

Kalian pasti sering mendengar jargon:

Do What You Love and Love What You Do

atau

Love Your Job, So You Don't Have To Work


Yaaa...ternyata hidup sesimpel itu. Tidak perlu memikirkan hobi yang terlalu ekslusif untuk mulai menjadikannya pundi-pundi. Mulai dari yang kamu sukai, tekuni, dan nikmati setiap prosesnya.

Beberapa teman yang kukenal juga menjadikan hobi sebagai pekerjaan mereka, baik sebagai pekerjaan tetap atau pekerjaan sampingan. Bahkan ada yang pekerjaan sampingannya menghasilkan pundi lebih banyak dibanding pekerjaan tetapnya.  

Ini dia deretan teman-temanku yang dari hobinya bisa menghasilkan pundi-pundi.


1. Sylvi alias Nande Barus

Anak muda yang satu ini selain bekerja sebagai guru tata boga di sebuah SMP, juga memiliki usaha makanan yang dia beri nama Syesyl Cupkies. Yaa..di umur yang belum 30 tahun dia sudah memiliki 2 pekerjaan yang terinspirasi dari hobinya. Kalau kalian pengen cake atau cookies, kue lebaran, hampers untuk hantaran boleh lah menghubungi temenku ini.

https://www.instagram.com/p/COe7z5GL9oekXcBEAh7m95w6uMHzBfRTwvNWkQ0/
Hampers dari SyesylCupkies



2. Eva Musdalita alias Dok Va

SALUT kali sama temenku yang satu ini, sempat-sempatnya jualan tanaman yang mana sedang sangat digemari saat ini, dan di saat yang sama dia sedang berjuang untuk bisa menyelesaikan sekolahnya sebagai Dokter Sub Spesialis. Walaupun jarang chat secara pribadi, dari akun IG temen SMA ku ini terpampang nyata kecintaannya terhadap tanaman. Dokter, Mahasiswa, Penjual tanaman dan tetap harus mengurus keluarga. two thumbs up for her ... 

Dok Va dan Monstera-nya



3. Nadya Hartantie alias Kak Nad

Ku mengenalnya saat kami sama-sama bekerja di The Number One Shipping Line in The World (hahahhaaa...ini salah satu candaan kami para alumni perusahaan tersebut). Dibandingkan aku yang suka tampil polos (gak dandan maksudnya), Kak Nad adalah perempuan yang tampil dengan seharusnya saat ke kantor. Walaupun gak menor, he always put color on his face (sementara aku cuma lip gloss-an). Saat perusahaan tersebut mengadakan perampingan, kak Nad mulai menekuni bisnis MLM yang  sangat mendukung hobinya dalam berdandan. Singkat cerita, sekarang dia bisa menikmati pundi dari hobinya tanpa harus keluar rumah dan tetap dekat dengan keluarganya.

Oriflamers sejati



4. Cut Lanny alias Kak Lani

Setelah sama-sama mengenyam pendidikan selama tiga minggu untuk bisa jadi pejabat fungsional peneliti, kami mulai akrab. Bukan hanya karena pernah sekelas, tapi juga karena kami sama-sama pernah tinggal di Tapaktuan. Siapa sangka dari pekerjaanya sebagai peneliti di Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Aek Nauli , Kak Lani bisa menghasilkan produk parfum dengan bahan baku kemenyan. Buat yang suka parfum, kalian bisa mencoba parfum sytrax hasil temuan kak Lani dan suaminya yang sudah tersedia di Shopee. 

aroma Rizla ini perempuan banget 


5. Mollyta Muchtar alias Kak Molly
Pertemanan kami masih seumur jagung, namun entah kenapa aku merasa energi yang disalurkannya terasa positif. Perkenalan kami dimulai saat aku mulai belaja nge-blog dan masuk komunitas Blogger Medan. Dari blog Kak Molly aku bisa belajar bagaimana menjadi seorang blogger. Oh ya, Kak Molly sebelumnya bekerja kantoran, namun akhirnya resign dan memutuskan jadi full-time blogger. 

blog-nya Kak Molly





Nah...itu dia beberapa teman yang berhasil merubah hobi menjadi pundi. Apalah daya diriku yang belum bisa memutuskan hobi mana yang bisa di monetisasi, semoga segera menemukan jalan...aamiin

Kalau kamu, hobi apa yang sedang kamu tekuni dan berpeluang jadi pundi???

Wednesday, August 25, 2021

BELAJAR WIRAUSAHA: Jatuh, Bangkit, Jatuh Lagi, Bangkit Lagi, dst...

Mie Ayam Dapoer Bang Lobe

Kalau ada yang bilang enak jadi pengusaha, punya kemerdekaan waktu dan finansial, aku setuju seratus persen. Karena memang otoritas terhadap waktu dan finansial menjadi hak mutlak sang empunya usaha. Saat usaha berjalan lancar dan sesuai ekspektasi, semua orang bakal bilang jadi pengusaha adalah profesi idaman. Namun, saat bisnis sedang down, omset tidak sesuai harapan...apa masih ada yang bilang enak jadi pengusaha????

Satu hal yang pasti saat kamu memilih jadi pengusaha adalah siap-siap untuk RUGI, tapi jangan takut karena resikonya cuma satu: JADI KAYA

Friday, August 6, 2021

SAMBAL LELE ASAP: Sebuah (peluang) usaha

Siapa yang suka ikan lele??

Aku yakin hampir 80% populasi masyarakat Indonesia menyukai lele, buktinya warung pecel lele dipastikan ada hampir di semua daerah di Indonesia. Ikan lele dikenal sebagai sumber protein yang murah dan mudah didapatkan di Indonesia. Mudah untuk dibudidayakan serta disukai banyak orang. Ketika suatu komoditi berlimpah secara kuantitas namun tidak dibarengi dengan peningkatan permintaan, maka harga komoditi menjadi rendah atau murah. Kondisi ini dialami hampir semua peternak ikan lele terutama di Sumatera Utara. Harga yang murah sampai sulitnya pemasaran masih menjadi permasalahan peternak lele.

Menurut pengetahuanku, salah satu upaya untuk bisa meningkatkan nilai suatu produk adalah inovasi. Mengutip dari Wikipedia, Inovasi adalah proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial). Lalu inovasi apa yang bisa menjawab permasalahan harga dan pemasaran ikan lele????

Salah satunya dengan mengolah ikan lele segar menjadi lele asap, harganya menjadi 4 kali lebih tinggi dari ikan lele segar. Tapi, penggemar ikan lele asap sangat terbatas. Ikan lele asap biasanya disukai orang tua dan jarang dinikmati oleh anak muda. Ikan lele asap biasanya dimasak dengan cara di gulai sehingga harus lebih hati-hati pada saat menyantapnya. Satu permasalahan terselesaikan, peningkatan harga bisa dicapai dengan mengubah ikan lele segar menjadi ikan asap. Bagaimana dengan pemasaran yang masih menyasar segmen tertentu???

Naahhh....inovasi yang sudah dilakukan Dapoer Bang Lobe adalah mengubah ikan lele asap mentah menjadi Sambal Lele Asap. Kenapa harus sambal lele asap? Alasan pertama adalah umumnya orang Indonesia tidak bisa hidup tanpa sambal , termasuk keluargaku. Sayuran bisa saja tidak tersedia di meja makan, tapi sambal adalah harga mati. MERDEKA!!! nah looo...

Balik lagi ke si Sambal Lele Asap, apa saja yang membuat produk Sambal Lele Asap dari Dapoer Bang Lobe Berbeda?? ini dia faktanya πŸ‘‡

🦈Sambal Lele Asap terbuat dari lele asap dan bumbu-bumbu pilihan tanpa pengawet dan perasa buatan. 

πŸ₯« Sambal Lele Asap dikemas sedemikian rupa sehingga praktis untuk dibawa kemana saja.

πŸ› Sambal Lele Asap bisa menjadi cemilan, dinikmati dengan nasi putih, nasi uduk, nasi kuning, maupun topping bubur.

πŸ“… Sambal Lele Asap tahan hingga 1 minggu di suhu ruangan, lebih dari 6 bulan di lemari pendingin.

πŸ₯ Cocok menjadi oleh-oleh khas Sumatera Utara

Berhubung Dapoer Bang Lobe sedang ikut Kompetisi Inovasi Kuliner Andalan yang diadakan Grab Medan. Dukung kami untuk bisa memenangkan kompetisi dengan membeli Sambal Lele Asap melalui aplikasi Grab Food.

https://grab.onelink.me/2695613898?pid=inappsharing&c=6-CZMBR4AKLCAVLJ&is_retargeting=true&af_dp=grab%3A%2F%2Fopen%3FscreenType%3DGRABFOOD%26sourceID%3DA4pcqCZkS4%26merchantIDs%3D6-CZMBR4AKLCAVLJ&af_force_deeplink=true&af_web_dp=https%3A%2F%2Fwww.grab.com%2Fdownload


Selamat Mencoba salah satu sajian khas Dapoer Bang Lobe 

Sambal Lele Asap produksi Dapoer Bang Lobe


Ikan Lele Asap




Friday, July 30, 2021

DAPOER BANG LOBE: Membangun Usaha di Masa Pandemi Covid-19


Ini cerita tentang usaha yang aku dan suami jalankan selama 7 (tujuh) bulan terakhir.

Alhamdulillah setelah melewati 1 (satu) semester Dapoer Bang Lobe masih bertahan dengan segala penambahan dan pengurangan disana sini. Usaha ini kami rintis dengan tujuan awal untuk berkontribusi lebih kepada orang-orang disekitar. Pandemi yang memasuki tahun ke-2 menyisakan PR di kalangan atas dan bawah. Kalangan atas dengan segala fasilitas yang dimiliki akan dengan mudah beradaptasi dengan "New Normal". Tidak demikian halnya dengan kalangan bawah, yang harus bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Pada awal berdiri, ada 7 (tujuh) orang pekerja yang kami rekrut dengan latar belakang yang berbeda. Di bulan ke-7 hanya tersisa 1 (satu) orang yang sesuai dengan kriteria yang kami butuhkan. Seiring dengan kebijakan penanganan pandemi, kunjungan ke tempat usaha tidak seramai seperti diawal. Maka, pengurangan karyawan tidak mengganggu operasional usaha. 

Memulai usaha di masa "New Normal" jaaaaaaauuuuuhhhh berbeda dibandingkan sebelum pandemi (menurut suami) tidak hanya harus kuat menghadapi kenyataan (pernah suatu waktu tidak ada pelanggan sama sekali) juga harus beradaptasi dengan segala kemungkinan. Dari usaha ini kami banyak belajar, bahwa sebagai pengusaha harus punya banyak rencana. Bukan hanya Plan A dan B, kalau bisa sampai Z.

Beberapa catatan penting yang kami garis bawahi dari pengalaman kami adalah:

1. Tenaga kerja yang tersedia banyak, tapi hanya sedikit yang memenuhi kriteria
Jika diawal kami sangat permisif terhadap kemampuan pelamar yang minim, untuk kedepan keterampilan dan etika calon pekerja menjadi pertimbangan utama.

2. Pemilik usaha harus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen
Bahasa awamnya, gak bisa terlalu idealis. Berusaha sudah pasti mengharapkan keuntungan, Keuntungan diperoleh ketika permintaan meningkat. Maka, menu yang kami hadirkan di Dapoer Bang Lobe sudah mengalami 3 (tiga) kali perubahan, semua disesuaikan dengan minat serta tren. Yaa..harus diakui konsumen saat ini memiliki kemerdekaan dalam memilih.

3. Go Digital
Ini yang paling penting. Masa PPKM adalah masa tersuram di tempat usaha, cuma lalat yang mau singgah. Gerai lain memberi promo gila-gilaan di aplikasi online yang memanjakan konsumen. Kita yang baru seumur jagung gak mungkin ngikutin lah, bunuh diri itu namanya...Maka yang kami lakukan adalah menciptakan peluang lain yang lebih tahan banting terhadap situasi saat ini (akan aku ceritakan di tulisan lain).

4. Gunakan waktu untuk menambah jejaring dan pengetahuan 
Mumpung saat ini traffic usaha tidak terlalu padat, maka ini saat yang tepat untuk bersosialisasi. Tidak mengapa jika saat ini hanya bisa bersilaturahmi secara virtual, mudah-mudahan pada saat bertatap muka ada peluang baru yang terbuka.

Pandemi bukan alasan untuk berhenti berusaha, semangat Lillahi Ta'ala membuat kita kuat menghadapi segalanya.

Semangat berwirausaha πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Monday, July 26, 2021

BELAJAR WIRAUSAHA: Dagang Yuk...

Sembilan dari Sepuluh pintu rezeki adalah berdagang, bahkan Rasulullah SAW juga berdagang dan menjadi pedagang yang sukses. Sebagai anak yang terlahir bukan dari orangtua yang berprofesi pedangang, tidak pernah terpikirkan untuk menjadi pedagang. Gak pernah membayangkan juga kalau berdagang memiliki "multiplier effect" yang dahsyat.  Menjadi konsumen otomatis hanya menikmati pengalaman terhadap manfaat produk, tanpa pernah memikirkan bagaimana prosesnya. 

Setelah mencoba mengingat, ada beberapa pengalaman berdagang (tidak terencana) yang pernah aku jalani. Waktu SMA pernah jualan jambu air, karena pohon jambu di belakang dan depan rumah kalau sedang musim buahnya banyak banget. Setelah bekerja juga pernah jualan kue yang pakai sistem Pra Pesan. Jadi cuma terima orderan cuma saat hari libur saja. Pada saat pandemi juga sempat jualan masker cantik yang dijahit almarhumah Mami. Ternyata, tanpa disadari aku cukup menikmati kegiatan berdagang. Walaupun hanya sekedar menjadi penjual.

Tantangan sesungguhnya berdagang dimulai saat memiliki unit usaha sendiri. Mulai dari menyiapkan tempat usaha, tenaga kerja, promosi, dan keberlangsungan usaha. Memutuskan membuka unit usaha di masa pandemi memiliki tantangan tersendiri (kalau ada waktu aku bakal buat tulisan tersendiri pengalaman berusaha di masa pandemi). Kemajuan usaha tidak bisa diharapkan sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Otomatis banyak waktu yang dihabiskan untuk promosi serta memikirkan strategi-strategi untuk meningkatkan penjualan.

Terkadang suka hopeless juga πŸ˜‚ dan berakhir dengan scrolling media sosial, sambil lihat peluang yang ada. Ternyata, the power of social medial is amazing. Sejak bulan Juni kemarin ada beberapa peluang yang aku coba ikuti. Mulai dari bergabung dengan komunitas Blogger Medan lalu menjadi aggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI)

Ada beberapa pelatihan dan kompetisi yang kuikuti untuk menambah semangat berdagang dan terhindar dari putus asa 😁. Jum'at kemarin ngikutin pelatihan digital marketing untuk UMKM  Shopee , dan senin ini mengikuti pembukaan acara Wirausaha Digital  Mandiri Ekonomi Kreatif (WIDURI) yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Republik Indonesia. Oh iya, ada dua kompetisi yang sedang aku ikuti untuk bisa meningkatkan keberlangsungan usaha. Ada instentif pembiayaan dari Kemenparkeraf RI, dan kompetisi inovasi kuliner yang diadakan Grab Indonesia . Mohon do'anya semoga keduanya mendapat hasil yang maksimal. aamiin...



Pembukaan Widuri Ekraf oleh Menparekraf


Inshaa Allah minggu depan aku bakal buat tulisan tersendiri tentang unit usaha yang sekarang sedang suami+aku jalankan. 

Semangat berwirausaha. lets local going global πŸ”₯

<