Showing posts with label umkm. Show all posts
Showing posts with label umkm. Show all posts

Friday, August 6, 2021

SAMBAL LELE ASAP: Sebuah (peluang) usaha

Siapa yang suka ikan lele??

Aku yakin hampir 80% populasi masyarakat Indonesia menyukai lele, buktinya warung pecel lele dipastikan ada hampir di semua daerah di Indonesia. Ikan lele dikenal sebagai sumber protein yang murah dan mudah didapatkan di Indonesia. Mudah untuk dibudidayakan serta disukai banyak orang. Ketika suatu komoditi berlimpah secara kuantitas namun tidak dibarengi dengan peningkatan permintaan, maka harga komoditi menjadi rendah atau murah. Kondisi ini dialami hampir semua peternak ikan lele terutama di Sumatera Utara. Harga yang murah sampai sulitnya pemasaran masih menjadi permasalahan peternak lele.

Menurut pengetahuanku, salah satu upaya untuk bisa meningkatkan nilai suatu produk adalah inovasi. Mengutip dari Wikipedia, Inovasi adalah proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial). Lalu inovasi apa yang bisa menjawab permasalahan harga dan pemasaran ikan lele????

Salah satunya dengan mengolah ikan lele segar menjadi lele asap, harganya menjadi 4 kali lebih tinggi dari ikan lele segar. Tapi, penggemar ikan lele asap sangat terbatas. Ikan lele asap biasanya disukai orang tua dan jarang dinikmati oleh anak muda. Ikan lele asap biasanya dimasak dengan cara di gulai sehingga harus lebih hati-hati pada saat menyantapnya. Satu permasalahan terselesaikan, peningkatan harga bisa dicapai dengan mengubah ikan lele segar menjadi ikan asap. Bagaimana dengan pemasaran yang masih menyasar segmen tertentu???

Naahhh....inovasi yang sudah dilakukan Dapoer Bang Lobe adalah mengubah ikan lele asap mentah menjadi Sambal Lele Asap. Kenapa harus sambal lele asap? Alasan pertama adalah umumnya orang Indonesia tidak bisa hidup tanpa sambal , termasuk keluargaku. Sayuran bisa saja tidak tersedia di meja makan, tapi sambal adalah harga mati. MERDEKA!!! nah looo...

Balik lagi ke si Sambal Lele Asap, apa saja yang membuat produk Sambal Lele Asap dari Dapoer Bang Lobe Berbeda?? ini dia faktanya πŸ‘‡

🦈Sambal Lele Asap terbuat dari lele asap dan bumbu-bumbu pilihan tanpa pengawet dan perasa buatan. 

πŸ₯« Sambal Lele Asap dikemas sedemikian rupa sehingga praktis untuk dibawa kemana saja.

πŸ› Sambal Lele Asap bisa menjadi cemilan, dinikmati dengan nasi putih, nasi uduk, nasi kuning, maupun topping bubur.

πŸ“… Sambal Lele Asap tahan hingga 1 minggu di suhu ruangan, lebih dari 6 bulan di lemari pendingin.

πŸ₯ Cocok menjadi oleh-oleh khas Sumatera Utara

Berhubung Dapoer Bang Lobe sedang ikut Kompetisi Inovasi Kuliner Andalan yang diadakan Grab Medan. Dukung kami untuk bisa memenangkan kompetisi dengan membeli Sambal Lele Asap melalui aplikasi Grab Food.

https://grab.onelink.me/2695613898?pid=inappsharing&c=6-CZMBR4AKLCAVLJ&is_retargeting=true&af_dp=grab%3A%2F%2Fopen%3FscreenType%3DGRABFOOD%26sourceID%3DA4pcqCZkS4%26merchantIDs%3D6-CZMBR4AKLCAVLJ&af_force_deeplink=true&af_web_dp=https%3A%2F%2Fwww.grab.com%2Fdownload


Selamat Mencoba salah satu sajian khas Dapoer Bang Lobe 

Sambal Lele Asap produksi Dapoer Bang Lobe


Ikan Lele Asap




Friday, July 30, 2021

DAPOER BANG LOBE: Membangun Usaha di Masa Pandemi Covid-19


Ini cerita tentang usaha yang aku dan suami jalankan selama 7 (tujuh) bulan terakhir.

Alhamdulillah setelah melewati 1 (satu) semester Dapoer Bang Lobe masih bertahan dengan segala penambahan dan pengurangan disana sini. Usaha ini kami rintis dengan tujuan awal untuk berkontribusi lebih kepada orang-orang disekitar. Pandemi yang memasuki tahun ke-2 menyisakan PR di kalangan atas dan bawah. Kalangan atas dengan segala fasilitas yang dimiliki akan dengan mudah beradaptasi dengan "New Normal". Tidak demikian halnya dengan kalangan bawah, yang harus bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Pada awal berdiri, ada 7 (tujuh) orang pekerja yang kami rekrut dengan latar belakang yang berbeda. Di bulan ke-7 hanya tersisa 1 (satu) orang yang sesuai dengan kriteria yang kami butuhkan. Seiring dengan kebijakan penanganan pandemi, kunjungan ke tempat usaha tidak seramai seperti diawal. Maka, pengurangan karyawan tidak mengganggu operasional usaha. 

Memulai usaha di masa "New Normal" jaaaaaaauuuuuhhhh berbeda dibandingkan sebelum pandemi (menurut suami) tidak hanya harus kuat menghadapi kenyataan (pernah suatu waktu tidak ada pelanggan sama sekali) juga harus beradaptasi dengan segala kemungkinan. Dari usaha ini kami banyak belajar, bahwa sebagai pengusaha harus punya banyak rencana. Bukan hanya Plan A dan B, kalau bisa sampai Z.

Beberapa catatan penting yang kami garis bawahi dari pengalaman kami adalah:

1. Tenaga kerja yang tersedia banyak, tapi hanya sedikit yang memenuhi kriteria
Jika diawal kami sangat permisif terhadap kemampuan pelamar yang minim, untuk kedepan keterampilan dan etika calon pekerja menjadi pertimbangan utama.

2. Pemilik usaha harus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen
Bahasa awamnya, gak bisa terlalu idealis. Berusaha sudah pasti mengharapkan keuntungan, Keuntungan diperoleh ketika permintaan meningkat. Maka, menu yang kami hadirkan di Dapoer Bang Lobe sudah mengalami 3 (tiga) kali perubahan, semua disesuaikan dengan minat serta tren. Yaa..harus diakui konsumen saat ini memiliki kemerdekaan dalam memilih.

3. Go Digital
Ini yang paling penting. Masa PPKM adalah masa tersuram di tempat usaha, cuma lalat yang mau singgah. Gerai lain memberi promo gila-gilaan di aplikasi online yang memanjakan konsumen. Kita yang baru seumur jagung gak mungkin ngikutin lah, bunuh diri itu namanya...Maka yang kami lakukan adalah menciptakan peluang lain yang lebih tahan banting terhadap situasi saat ini (akan aku ceritakan di tulisan lain).

4. Gunakan waktu untuk menambah jejaring dan pengetahuan 
Mumpung saat ini traffic usaha tidak terlalu padat, maka ini saat yang tepat untuk bersosialisasi. Tidak mengapa jika saat ini hanya bisa bersilaturahmi secara virtual, mudah-mudahan pada saat bertatap muka ada peluang baru yang terbuka.

Pandemi bukan alasan untuk berhenti berusaha, semangat Lillahi Ta'ala membuat kita kuat menghadapi segalanya.

Semangat berwirausaha πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Monday, July 26, 2021

BELAJAR WIRAUSAHA: Dagang Yuk...

Sembilan dari Sepuluh pintu rezeki adalah berdagang, bahkan Rasulullah SAW juga berdagang dan menjadi pedagang yang sukses. Sebagai anak yang terlahir bukan dari orangtua yang berprofesi pedangang, tidak pernah terpikirkan untuk menjadi pedagang. Gak pernah membayangkan juga kalau berdagang memiliki "multiplier effect" yang dahsyat.  Menjadi konsumen otomatis hanya menikmati pengalaman terhadap manfaat produk, tanpa pernah memikirkan bagaimana prosesnya. 

Setelah mencoba mengingat, ada beberapa pengalaman berdagang (tidak terencana) yang pernah aku jalani. Waktu SMA pernah jualan jambu air, karena pohon jambu di belakang dan depan rumah kalau sedang musim buahnya banyak banget. Setelah bekerja juga pernah jualan kue yang pakai sistem Pra Pesan. Jadi cuma terima orderan cuma saat hari libur saja. Pada saat pandemi juga sempat jualan masker cantik yang dijahit almarhumah Mami. Ternyata, tanpa disadari aku cukup menikmati kegiatan berdagang. Walaupun hanya sekedar menjadi penjual.

Tantangan sesungguhnya berdagang dimulai saat memiliki unit usaha sendiri. Mulai dari menyiapkan tempat usaha, tenaga kerja, promosi, dan keberlangsungan usaha. Memutuskan membuka unit usaha di masa pandemi memiliki tantangan tersendiri (kalau ada waktu aku bakal buat tulisan tersendiri pengalaman berusaha di masa pandemi). Kemajuan usaha tidak bisa diharapkan sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Otomatis banyak waktu yang dihabiskan untuk promosi serta memikirkan strategi-strategi untuk meningkatkan penjualan.

Terkadang suka hopeless juga πŸ˜‚ dan berakhir dengan scrolling media sosial, sambil lihat peluang yang ada. Ternyata, the power of social medial is amazing. Sejak bulan Juni kemarin ada beberapa peluang yang aku coba ikuti. Mulai dari bergabung dengan komunitas Blogger Medan lalu menjadi aggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI)

Ada beberapa pelatihan dan kompetisi yang kuikuti untuk menambah semangat berdagang dan terhindar dari putus asa 😁. Jum'at kemarin ngikutin pelatihan digital marketing untuk UMKM  Shopee , dan senin ini mengikuti pembukaan acara Wirausaha Digital  Mandiri Ekonomi Kreatif (WIDURI) yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Republik Indonesia. Oh iya, ada dua kompetisi yang sedang aku ikuti untuk bisa meningkatkan keberlangsungan usaha. Ada instentif pembiayaan dari Kemenparkeraf RI, dan kompetisi inovasi kuliner yang diadakan Grab Indonesia . Mohon do'anya semoga keduanya mendapat hasil yang maksimal. aamiin...



Pembukaan Widuri Ekraf oleh Menparekraf


Inshaa Allah minggu depan aku bakal buat tulisan tersendiri tentang unit usaha yang sekarang sedang suami+aku jalankan. 

Semangat berwirausaha. lets local going global πŸ”₯

<