Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts

Saturday, July 24, 2021

BELAJAR NULIS: Baca Lalu Tulis


Kehidupan setelah kuliah tidak terlepas dari mencari pekerjaan. Pada masa itu yang kukerjakan (hampir) setiap hari adalah membeli koran 
Analisa lalu menelusuri kolom iklan lowongan pekerjaan. Dilanjutkan dengan membuat surat lamaran dan mengirimkannya. Setelah konsisten melakukan hal demikian, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan pertama yang tidak ada tuntutan untuk menulis (alhamdulillah ya 😁)

7 tahun setelah pekerjaan pertama, tiba saatnya ba
giku untuk mengabdi pada bangsa dan negara (halaahh 😁) alias jadi PNS. Itupun kuperoleh setelah tes untuk yang ketiga kalinya (alhamdulillah). Tiga pekerjaan sebelumnya, kegiatan menulis yang kulakukan hanya sebatas membuat laporan yang tidak terlalu sulit karena sudah ada acuan yang diberikan. 

Alhamdulillah di pekerjaan terakhir yang hingga saat ini masih kutekuni, menulis adalah suatu keharusan. Tahun-tahun awal menjadi peneliti dengan tuntutan menghasilkan karya tulis ilmiah (KTI)  berhasil kulewati berbekal semangat dan rasa ingin tahu. Meskipun terbiasa menulis KTI, ternyata menulis blog tidak semudah yang kukira. Aku merasa beruntung akhirnya menemukan komunitas Blog M yang menambah semangat untuk belajar hal baru (lagi). 

Imam Syafi'i rahimahullah pernah berkata "ikatlah ilmu dengan tulisan". maka, mutlak hukumnya untuk menulis agar ilmu menempel di ingatan dan tersebar.

Wallahu 'alam

Thursday, July 15, 2021

BELAJAR NULIS: Memori Sekolah Dasar


Kembali pada kenangan saat Sekolah Dasar, aku sudah mahir membaca di kelas 1 SD. Sembari menunggu Papi mengantar ke Sekolah, aku terbiasa membaca koran harian yang tulisannya rapat dan kecil. Berhubung Papi berlangganan majalah Tempo, majalah itu juga jadi santapan bacaan sepulang sekolah.  Saat itu Tahun 1986, kami tinggal di Pulau 
Simeulue mengikuti Papi yang bertugas disana. Tinggal di Pulau pada tahun 80-an agak menyulitkan bagi Papi Mami untuk mendapatkan bacaan yang sesuai usiaku. Setelah pindah ke Meulaboh, bahan bacaanku semakin beragam karena Papi dan Mami memberikan jatah berlangganan majalah Bobo dan Donal Bebek. Semakin dewasa jenis bacaanku semakin beragam. 

Dari sekian tahun pengalaman membaca yang bisa kuingat, sedikit sekali pengalaman menulis yang masih lekat di ingatan. Satu-satunya yang membekas, kenangan di kelas 4 SD, saat itu awal tahun pelajaran baru. Pada saat mata pelajaran Bahasa Indonesia, kami mendapat tugas membuat karangan yang menceritakan pengalaman selama liburan. saat itu jam pelajaran terakhir, hanya murid yang telah menyelesaikan tugas yang boleh pulang. Naahh....panik gak tuh...panik gak tuh...ya panik lah 😅 Meskipun aku termasuk anak yang cepat dalam proses belajar membaca, ternyata oh ternyata...aku sulit untuk menulis. Meskipun pada akhirnya tugas mengarang selesai dan aku bisa pulang 😁

Perlahan namun pasti aku mulai meningkatkan keterampilan menulis meskipun tidak sampai menang lomba, Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan skripsi dan tesis tepat waktu. 

Berkaca dari pengalamanku, ternyata semua itu perlu dilatih. Kenapa di kelas 1 SD aku sanggup membaca koran harian dan majalah Tempo yang isinya "berat" untuk anak usia 7 tahun, semua itu karena "amunisi" yang tersedia. Kalau saja sejak usia dini aku sudah terbiasa menulis, maka tugas menulis akan mudah kuselesaikan tanpa perlu mengernyitkan kening.

Mari budayakan membaca dan menulis.